eXTReMe Tracker

Pidato Anak Usia 12 thn membuat Ruang Sidang PBB Hening

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki, seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children's Organization ( ECO ).

ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah lingkungan.

Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.

Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.

Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)
 
Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental
Children Organization
Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12
dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga,
Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk
bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda
sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di
sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan
masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum
atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi
semua generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia
yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat
yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan
habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena
berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena
saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa
tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker.
Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu
persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar
binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan
burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal
tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini
ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap
bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua
pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki
semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa
anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai
asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang
telah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di
tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak
tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota
perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah
ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi
- dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua
adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih
dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi
udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan
tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita
semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu
untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak
ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami
membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang.
Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi
dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk
kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan
dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda,
komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami
menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah
satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku
kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan
makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih
sayang " .

Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun,
bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih
begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia
sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan
yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari
anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak
yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau
pengemis di India .

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua
uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat
kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa
indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk
berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan
orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang
kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk
berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang
anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda
melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah
yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua
seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan
mengatakan, " Semuanya akan baik-baik saja , 'kami melakukan yang
terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari
segalanya.”

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut
kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda
semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena
perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”.

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.
Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya
menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.

Sumber :
www.

(OMAR) Umar bin khattab Pemimpin besar, sederhana jubah di tubuhnya

Semoga Allah membalas kebaikanmu hai anak muda. Sungguh engkau lebih pantas menjadi khalifah daripada Umar.."
Khalifa Umar Bin Khattab (Omar)
Khalifa Umar Bin Khattab (Omar)

Tidak ada khalifah yang demikian mencintai kesederhanaan selain Umar bin Khattab. Ialah tempat di mana kaum papa dan jelata menyandingkan harap dan kehidupannya. Tubuhnya tegap. Pelbagai peperangan telah ia lewati. Bahkan, disebut-sebut bahwa Umarlah salah satu ahli strategi terbaik.

Namun, ketika menghadapi rakyat dan soal ilmu agama, Umar tidak akan berhenti mencucurkan air matanya. Umar adalah khalifah, pemimpin yang justru memiliki kesederhanaan daripada rakyat yang dipimpinnya sendiri. Terkadang Umar tidur di atas jerami di rumahnya atau di atas gundukan pasir di bawah pohon kurma. Tak ada kata gengsi atau malu karena amanah yang dia emban.

Ia makan apa saja yang ada, sekadar dapat menopang hidupnya. Makanannya tidak lebih dari seiris daging kering atau sekerat roti yang diolesi minyak campur garam. Pernah suatu saat, Umar menangis, lantaran takut rakyatnya ada yang kelaparan. Ia berujar, “Aku tidak akan puas makan dan minum selama masih ada rakyatku yang kelaparan.”

Sejak didaulat menjadi Khalifah, matanya seperti tak henti menyucurkan bening airnya. Memikirkan, jika ada jalan rusak dan kambing terperosok karenanya, apa yang akan ia pertanggungjawabkan di hadapan Allah, kelak?

Umar hanya merasa bahagia apabila ada rakyatnya yang tidak segan berbicara dan mengutarakan isi hatinya. Seperti saat ia melihat seorang wanita tua yang berjalan terbungkuk-bungkuk lantaran membawa beban berat di punggungnya. Khalifah Umar mendekati, lantas membawakan bebannya. Beliau tersenyum saat didengarnya perempuan tua itu mengucapkan terima kasih seraya berkata, "Semoga Allah membalas kebaikanmu hai anak muda. Sungguh engkau lebih pantas menjadi khalifah daripada Umar.."

Itulah Amirul mu'minin Umar Ibnul Khaththab radhiyallahu anhu yang memiliki tubuh tinggi besar. Beliau adalah pemimpin dengan wilayah yang sangat luas. Penakluk imperium Romawi dan Persia. Sosok yang sangat disegani oleh raja-raja dunia.
Tapi lihatlah kesederhanannya, ia mengenakan jubah yang tambalannya tidak kurang dari 21 buah. Dengan tangan kirinya memegang tinta dan tangan kanannya memegang kertas dan pena, diketuk-ketuk pintu rumah warganya.

Ia meminta kepada para istri yang suaminya sedang berada di garis depan medan jihad, atau berada di perbatasan negeri, agar mereka mendiktekan kepadanya isi surat dan pesan kepada suami-suami mereka, ketika petugas kurir sudah siap berangkat mengantarkan surat-surat itu.

Sang Khalifah pun mengetuk pintu-pintu mereka untuk suatu keperluan lainnya, "Sebutlah kebutuhan-kebutuhan Anda. Siapa yang akan membeli sesuatu ke pasar katakan kepadaku atau kirimkanlah pembantu dan saya akan pergi ke pasar bersamanya, sebab saya khawatir mereka tertipu sewaktu berbelanja."

Setiba di pasar, ia sendiri yang berbelanja dan membeli semua kebutuhan yang sudah dipesan, lalu memasukkan kedalam keranjang dengan tangannya sendiri. Ialah Khalifah Umar yang hampir setiap saat ‘blusukan’ ke sudut-sudut kota, hingga penjuru negeri, memperhatikan kondisi rakyatnya.

Tatkala Khalifah Umar kembali ke Madinah dari Negeri Syam, ia keluar sendirian untuk melihat kondisi warga negeri. Ia melewati seorang wanita tua di rumahnya yang sederhana, lalu ia menghampiri.

"Siapa lagi ini? Apa saja yang diperbuat Umar?" tanya perempuan itu.
"Ia baru datang dari Syam dalam keadaan selamat" jawab Umar.
"Tidak begitu," jawab si wanita tua ketus.
"Memangnya kenapa?" tanya Umar kaget.
"Demi Allah, ia belum memberikan apapun kepadaku sejak dia diangkat menjadi Amirul Mukminin," sahut wanita itu.
"Tapi Umar tidak tahu kondisimu karena engkau tinggal di sini, tempat yang dia tidak mengetahuinya," Umar menjelaskan.
“Subhanallah… Demi Allah, aku tidak menyangka ada seorang yang diangkat untuk mengurus persoalan kaum Muslimin tapi tidak tahu apa yang terjadi pada rakyatnya," sergah wanita tua itu.

Sontak Umar pun menangis dan berkata dalam hati, "Celaka Umar, semua orang lebih pintar dari-mu, hingga orang tua renta ini. Ya Umar.." Khalifah Umar berkata, "Wahai ibu, berapa engkau akan menjual kezaliman Umar padamu kepadaku, aku ingin melepaskannya dari neraka,"

"Engkau jangan bercanda, semoga Allah merahmatimu," sahut wanita tua.
"Aku tidak bercanda," tegas Umar.

Akhirnya terjadi kesepakatan dimana Umar "membeli" kezaliman itu dari wanita tua dengan harga 20 dinar emas. Ketika transaksi itu tengah berlangsung tiba-tiba Ali bin Abi Thalib dan Ibnu Mas`ud muncul. Mereka memberi salam,
"Asaalamu`alaika ya amiral mu’minin”. Mendengar salam itu sepontan wanita tua itu meletakkan tangannya di kepala sambil berkata, "Aduh… celaka aku, aku telah memaki amirul mu’minin di depannya."

"Tidak mengapa ibu, semoga Allah merahmatimu" kata Umar menenangkannya.
Khalifah Umar meminta sepotong kain untuk menulis kesepakatan ini, tapi tidak ada, sehingga ia merobek sedikit bajunya, lalu ia menuliskan:

"Bismillahirrahmanirrahim, ini adalah harga pembelian Umar dari Fulanah atas kezaliman padanya semenjak diangkat menjadi khalifah hingga hari ini seharga 20 dinar ". Lalu Umar berkata kepada wanita tua itu," Ketika pengadilan di Mahsyar nanti tiba, jangan lupa bahwa Umar telah lepas dari beban ini, disaksikan oleh Ali bin Abi Thalib dan Ibnu Mas’ud”. Oleh Umar tulisan itu diberikan kepada putranya sambil berpesan: "Jika ayah mati nanti, selipkan sobekan kain ini di kafanku, untuk aku bawa menghadap Rabb-ku nanti "

Kebijakan Umar ibn Khattab sepuluh tahun lamanya, pria ini diamanahi sebagai pengelola urusan umat. Mulai tahun ke-13 Hijriyah hingga 24 H, selepas Khalifah Abu Bakar wafat, Umar didaulat menjadi Khalifah. Umar melanjutkan pelbagai program yang telah dilakukan pada zaman pemerintahan sebelumnya.

Dari sinilah Umar melanjutkan jihad untuk membebaskan negeri dari kezaliman, menyebarkan dakwah tauhid ke seluruh penjuru bumi. Pasukan melesat bak busur panah. Kepiawaian Umar dalam militer, tergambar dalam strategi-strategi Umar untuk membebaskan negeri-negeri yang berada di dekatnya.

Salah satunya adalah pembagian pasukan dalam batalion dan grup-grup kecil. Ibnu Jarir menyatakan bahwa Umar mengirim surat kepada Sa’ad bin Abi Waqqas sesaat sebelum terjadinya pertempuran yang isinya berbunyi, “Jika engkau sudah menerima suratku ini maka pecahlah pasukanmu menjadi satuan-saatuan yang lebih kecil. Jelaskan kepada mereka tentang tindakan itu, angkatlah pemimpin untuk tiap-tiap pasukan, berilah perintah pemimpin-pemimpin itu di depan semua pasukan, hormati mereka di depan anak buah mereka, dan serahkan panji-panji pasukan pada prajurit yang paling cepat memacu kudanya.”

Dengan pedoman inilah, Khalid bin Walid membagi pasukan Islam dalam puluhan batalion, yang setiap batalion berjumlah 1000 orang. Umar memulai pembebasan negeri dari Damaskus, Suriah. Pertarungan begitu sengit antara pasukan Islam dan Romawi. Pasukan Islam berhasil menaklukkan kota ini di bawah pimpinan Abu Ubaidah Amir bin Jarrah, Khalid bin Walid, Amr bin al Ash, Syurahbil bin Hasanah, dan Yazid bin abi Sufyan ra. Panglima Perang saat itu ialah Abu Ubaidah bin al jarrah melanjutkan penaklukannya ke Hamah, Qinisrun, Laziqiyah dan Aleppo.

Syurahbil dan ‘Amru bin al Ash bersama pasukannya meneruskan penaklukan Baysan dan Jerussalem di Palestina. Kota suci dan kiblat pertama bagi umat Islam itu dikepung oleh pasukan Muslim selama empat bulan. Akhirnya kota itu dapat ditaklukkan dengan syarat harus Khalifah Umar bin al Khattab sendiri yang menerima “kunci kota” itu dari Uskup Agung Sefronius.

Saat menuju ke Yerusalem, Umar hanya berjalan berdua bersama pelayannya dengan menaiki seekor keledai secara bergantian. Ketika tiba di sana, pelayannya yang sedang mendapat jatah menaiki keledai. Maka, orang yang di atas itu disangka Umar, dan Umar disangka pelayannya. Melihat hal ini, warga Yerusalem takjub dan banyak dari mereka berbondong-bondong masuk Islam. Penyerahan kota Yerusalem kepada Umar, tertuang hingga sekarang dalam dokumen ‘Pakta Umar’.

Di wilayah Utara, pasukan Islam maju menuju Mesir. Satu persatu wilayah Mesir berhasil dibebaskan dari kezaliman Romawi. Tak jarang penduduk setempat membantu pasukan Islam agar dapat memenangkan perlawanan. Di wilayah Timur, menuju Asia, pasukan Islam melesat menuju Persia. Khalifah Umar ibnul Khattab mengirim pasukan di bawah pimpinan Saad bin Abi Waqash untuk menundukkan kota itu. Kemenangan yang diraih di daerah itu membuka jalan bagi gerakan maju tentara Muslim ke dataran Eufrat dan Tigris

Setelah dikepung selama 2 bulan, Yazdagrid III, raja Persia melarikan diri. Pasukan Islam kemudian mengepung Nahawan dan menundukkan Ahwaz tahun 22 H. Pada tahun itulah, seluruh wilayah Persia, Imperium besar yang ditakuti oleh masyarakat jahiliyah Arab takluk di bawah kepemimpinan Islam. Pun dengan Romawi di Mesir, Palestina, dan Suriah. Mulai zaman Umar ini, Islam terus menyebar luas ke seluruh penjuru dunia

Keteladanan, Kejujuran, Kebijaksanaan - Jadikan Umat Rindu Figur Umar bin Khattab

5 DOSA PARA PENDAKI GUNUNG BAWAKARAENG DAN LEMBAH RAMMA

by Natural Thari

catatan kecilku karena aku juga pernah jadi lakonnya.
5 DOSA PARA PENDAKI GUNUNG BAWAKARAENG DAN LEMBAH RAMMA.
 
ADA sebuah anggapan bahwa mendaki gunung itu adalah sebuah tindakan yang keren dan gagah. Ada rasa bangga ketika sudah menginjakan kaki di puncaknya. Namun, sadarkah kita bahwa kita yang mengaku pecinta, ataupun penikmat alam, bisa jadi adalah seorang perusak alam ???
inilah catatan kecil lima (5) dosa saya dan sudah pasti dosa anda juga.

1. Melakukan kegiatan pendakian massal (non-konservatif)
yang sekarang lagi ngetrend.maaf kalau memang ada yang planning PENMAS dalam waktu dekat.ini cuma argumentasi saja.
Mungkin kita sudah tahu tentang sebuah brand perlengkapan outdoor yang melakukan ataukah ada nilai komersil bagi panitianya he he he kenna juga deh...
pendakian massal ke gunung bawakaraeng beberapa waktu lalu. Dalam tekhnis acara pendakian ini dibumbui oleh kata-kata bersih-bersih gunung, tanam pohon, dan konservasi.
Kenyataannya? bawakaraeng dan lembah ramma menjadi tempat sampah dan potensi rusaknya ekosistem makin besar. Sebelum mengikuti pendakian massal, ada baiknya survey terlebih dahulu. Berapa kapasitas gunung tersebut, berapa jumlah pendaki yang dibolehkan ikut oleh panitia, dan hal yang terkait dengan konservasi lainnya. Hindari penmas yang hanya mencari laba semata (saya yakin kita semua disini ga ada niat untuk mencari
keuntungan tp kita mencari silatuhrahmi dan persaudaraan).terkecuali kepepet he he he JUSTKID.

2. Andil besar mencemari lingkungan dan keasrian gunungta ngaseng.

Biarkan mereka tetap pada tempatnya. Saya pernah naik gunung dengan seorang rekan yang kelihatannya sudah ‘senior’ malah membawa atribut organisasinya dgn bangganya dalam hal mendaki. Namun, ditengah perjalanan istirahat, saat ia memakan sebuah makanan ringan, dengan ringannya pula ia membuang sampah itu sembarangan. Itulah potret kebanyakan pendaki yang tidak paham akan konservasi.
Apa sulitnya sih membawa sampah di dalam tas,dan juga saat camp di lembah RAMMA BAWAKARAENG dengan entengnya membuat perapian(api unggun) dengan menebang pohon2
ironis memang tapi sayangx tak ada regulasi yang mengatur disana..ataukah memang basicx yang kurang paham entah lah bagaimana seniornya memberikan pemahaman ataukah ini ketololoan yang menjadi warisan organisasinya.kodong ballassi pengkaderan tidak sukses kalau negini.

Di lain waktu, saat saya sedang ingin mengambil air di sebuah mata air, terlihat seorang pendaki yang sedang menikmati ritual BAB di mata air itu!
Apa dia tidak berfikir orang akan minum dari sana? Sebegitu sulitkah menggali lubang di tanah? Kucing saja masih bisa lebih pintar!
Dan banyak juga pendaki-pendaki yang masih saja menggunakan bahan-bahan kimia yang bisa merusak. Jangan heran kalau menemukan bungkus sabun/shampo yang tergeletak dekat di mata air.

3. Bersikap acuh tak acuh dan pasif.
Menganggap tugas konservasi itu adalah tugasnya penjaga Taman Nasional, dinas kehutanan
dan LSM lingkungan. Padahal pendaki sendirilah yang punya bagian besar dalam menjaga lingkungan.
Juga tidak mengindahkan kearifan lokal yang telah ditetapkan masyarakat setempat.
Tertulis ataupun tidak tertulis. Seringkali mitos-mitos mistis di gunung itu sebetulnya adalah usaha untuk konservasi dari masyarakat.
Jangan sampai bilang begini, ” Saya bukan pecinta alam, kok. Cuma penikmat alam.
Jadi bukan tugas saya dong untuk konservasi?”
Heran dengan orang yang bangga dengan menuliskan jejaknya di bebatuan ini.dan sadarlah masih ada yang dituakan dilembah sana ambillah petuahnya(tata madong dan tata rasyid) kita mesti bersyukur masih bisa kenal dan bercengkrama dgn mereka sampai hari ini.

4. Merusak keasrian gunung
Tidak sulit menemui corat-coret vandalisme di bebatuan, batang pohon, bahkan pos
pendakian. Mengambil flora & fauna langka seperti bunga edelweiss,menebabg pohon. bertindak
sembrono sehingga mengakibatkan kebakaran hutan. Puntung rokok dan bekas api
unggun yang masih menyala, membuka jalur yang tidak seharusnya, membuang tissue basah kotor seenaknya dan masih banyak lagi.

5. Tidak membagikan pengetahuan tentang pendakian konservatif
Tak dipungkiri, mendaki gunung sekarang sudah terkesan menjadi sebuah ‘wisata’.
Apalagi banyak pengaruh dari acara televisi, film, blog, forum dan banyak media lainnya. Membagikan semangat mendaki gunung kepada orang-orang baru tanpa dibarengi semangat konservasi hanya akan menjadikan para pendaki tersebut menjadi generasi pendaki yang cenderung antipati terhadap lingkungan dan hanya mementingkan kesenangan semata. Sebagian dari kita mungkin pernah melakukan hal diatas termaksud saya, secara sengaja maupun tidak sengaja.kita hanya manusia biasa yg tak sempurna mari sama2 kita saling membantu dan saling mengingatkan kepada rekan pendaki yang lain.
Semoga gunung-gunung Indonesia masih bisa dinikmati anak-cucu kita nantinya. Amin.

Salam lestari!
saya nulis seperti ini bukan berarti saya orang yg benar, itu salah! saya adalah salah satu orang yg pernah melakukan hal tersebut diatas, saya ingin belajar dan mari kita saling mengingatkn, krn keindahan alam bukan untuk alam tp untuk kita (manusia) yg slalu di beri kesempatan oleh sang pencipta u/ menikmati keindahan
dan kekayaan alam.
tuhan negeri ini begitu indah bantu aku menjaganya...
tabe, kodong (NATURAL THARI)

Mengenai Mesjid Al Aqsa

Mengenai mesjid Al Aqsa

Mesjid Al-Aqsa
Mesjid Al-Aqsa
Masjid Al-Aqsa (Arab: المسجد الاقصى, “Masjid yang terjauh”), juga dikenal sebagai Al-Aqsa, adalah sebuah tempat suci Islam di Kota Lama dari Yerusalem. Di masjid itu sendiri merupakan bagian dari Al-Haram ash-Sharif atau “Sacred Noble Sanctuary” (bersama-sama dengan Dome of the Rock), sebuah situs yang juga dikenal sebagai Gunung Bait dan situs tersuci situs dalam Judaisme, karena diyakini menjadi tempat Bait di Yerusalem sekali berdiri. secara luas dianggap sebagai yang ketiga tersuci situs dalam Islam, umat Islam percaya bahwa nabi Muhammad itu diangkut dari Masjidil haram di Mekah ke Al-Aqsa selama Perjalanan Malam. tradisi Islam menyatakan bahwa Muhammad memimpin doa terhadap situs ini sampai ketujuhbelas bulan setelah emigrasi, ketika Tuhan memerintahkan dia untuk berbelok ke arah Ka’aba.

Di Masjid Al-Aqsa pada awalnya kecil doa rumah dibangun oleh Rashidun kalif Umar, tetapi telah dibangun dan dikembangkan oleh Ummayad kalifat Abd al-Malik dan selesai oleh anaknya Al-Walid di 705 CE. Setelah gempa bumi di 746, masjid itu benar-benar hancur dan dibangun oleh Abbasid kalifat Al-Mansur di 754, dan kembali lagi oleh para penerus al-Mahdi di 780. gempa Lain bumi paling hancur paling al-Aqsa pada 1033, tetapi dua tahun kemudian Fatimid kalifat Ali az-Zahir lain dibangun masjid yang telah berdiri hingga saat ini-hari. Selama periodik dilakukan renovasi, berbagai dynasties memerintah dari Islam kalifat tambahan untuk dibangun masjid dan daerah sekitar, seperti kubah, penglihatan, dan mimbar, minarets struktur dan interior. Bila Crusaders diambil di Yerusalem 1099, mereka menggunakan masjid sebagai istana dan gereja, tetapi fungsinya sebagai masjid telah dikembalikan setelah kembali oleh Saladin. Lagi renovasi, perbaikan dan penambahan dilakukan dalam abad kemudian oleh Ayyubids, Saat ini, Kota Lama dibawah Israel kontrol, tetapi masih di bawah masjid administrasi Palestina yang dipimpin-Islam waqf.

Mesjid Al-Aqsa
Mesjid Al-Aqsa

Beberapa waktu yang lalu saya sempat melihat beberapa postingan di media sosial tentang keberadaan masji Al Aqsa yang kini menjadi perdebatan dan perbincangan hangat di dunia maya. Mungkin bagi orang2 palestina atau israel sendiri mereka sudah tahu yang mana yang merupakan masjid Al Aqsa yang sesungguhnya. Namun tidak dengan orang2 islam diseluruh dunia terutama Indonesia.
Mesjid Al-Aqsa
Mesjid Al-Aqsa
Beberapa waktu yang lalu saya sempat melihat beberapa postingan di media sosial tentang keberadaan masji Al Aqsa yang kini menjadi perdebatan dan perbincangan hangat di dunia maya. Mungkin bagi orang2 palestina atau israel sendiri mereka sudah tahu yang mana yang merupakan masjid Al Aqsa yang sesungguhnya. Namun tidak dengan orang2 islam diseluruh dunia terutama Indonesia.
Jika kita lihat tayangan di hampir semua stasiun Televisi menyebutkan bahwa Masjid Al Aqsa adalah masjid yang berkubah emas dan luas. Namun saya sendiri masih kurang meyakininya dikarenakan disebelah masjid besar berkubah emas tersebut ada masjid satu lagi yang sudah sangat tua dan diyakini sebagai masjid Al Aqsa yang sesungguhnya. Entah alasan apa adanya pergeseran pandangan mengenai hal keberadaan masjid ini. Apapun tujuanya saya berharap agar  kita sebagai orang muslim wajib mengetahui kebenaranya
 

 
sumber
http://www.atlastours.net
michael-24.blogspot.com
http://hiburan.kompasiana.com
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS